Pegertian Batu bata
merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah
Proses pembuatan batu bata
membutuhkan waktu yang panjang. Pertama-tama tanah liat dicampur dengan abu sisa pabrik gula, perbandingannya sekitar 1:4. Campuran tanah diaduk dan dipadatkan dengan menggunakan mesin Bahan olahan batu bata kemudian dicetak dengan cetakan
Batu bata yang masih basah ini disusun di atas tembakau kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung. Jika musim panas maka penjemuran bisa berlangsung singkat satu hari, tetapi jika musim hujan bisa membutuhkan waktu sampai 5 hari. Pemakaian tembakau agar batu bata cepat kering. Setiap hari biasanya usaha Pak Rohan bisa menghasilkan tiga ribuan batu bata kering.
Batu bata kering dibakar selama 2 hari 2 malam. Tungku pembakarannya berkapasitas seratus ribu batu bata. Proses pembakaran biasanya dilakukan sebulan sekali, menunggu terkumpulnya batu bata kering.
MACAM'' BATU BATA
berdasarkan bahan dasar pembuatannya:
1. Batu bata tanah liat
Batu bata yang terbuat dari tanah liat ini memiliki 2 kategori utama, yaitu bata biasa dan bata muka.
Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untuk dinding dan ditutup dengan semen. Bata biasa seringkali disebut dengan bata merah.
Bata muka memiliki permukaan yang baik, licin dan mempunyai warna atau corak yang sama. Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata muka tidak perlu ditutup lagi dengan semen. Bata muka biasa disebut sebagai bata imitasi.
2. Batu bata pasir-Kapur
Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1:8 serta air yang ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang sangat padat. Biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan tinggi.
3.batu bata kotoran sapi
Beternak sapi, secara umum memang banyak memberikan keuntungan kepada para peternaknya. Selain keuntungan ekonomis dari kenaikan berat badan juga didapat keuntungan lain dari hasil sampingan berupa limbah. Selama ini, limbah kotoran sapi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk. Ternyata, limbah kotoran sapi ini dapat pula dipakai sebagai bahan baku pembuatan bata untuk bahan bangunan.
Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi bahan baku pembuatan bata untuk bahan bangunan ini ternyata mempunyai banyak keuntungan antara lain adalah :
Mengurangi penggunaan bahan dari tanah liat yang merupakan bahan yang tidak dapat dibarukan. Sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggalian bahan baku tanah liat yang berlebihan.
Mengurangi penggunaan kayu bakar serta menurunkan biaya produksi karena memanfaatkan biogas metana hasil dari limbah kotoran sapi. Dengan demikian, akan didapatkan bahan bangunan yang berharga murah dan terjangkau untuk kemakmuran masyarakat
batu bata vs bata ringan
Pada masa lalu, material yang utama yang digunakan sebagai pasangan dinding adalah batu bata yang terbuat dalam lempung yang dibakar. Seiring dengan perkembangan jaman, maka muncul berbagai alternatif lainnya. Dan saat ini, material untuk pemasangan dinding yang sedang populer selain batu bata adalah AAC Block atau Bata ringan. Tercatat minimal ada dua produk yang beredar di pasaran yaitu produk jaya celcon dan hebel.
Kemudian apakah kelebihan dan kekurangan batu bata dengan bata ringan? Berikut uraiannya.
Kelebihan Batu Bata :
1.Tidak memerlukan keahlian lebih untuk memasang bata
2.Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan untuk jumlah kecil atau membentuk bidang-bidang yang kecil
3.Murah per buahnya
4.Mudah ditemukan
5.Perekatnya tidak perlu yang khusus
Kekurangan Batu Bata :
1.Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
2.Siarnya besar-besar cenderung boros dalam penggunaan material perekatnya.
3.Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat wastenya dapat lebih banyak
4.Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata
Kelebihan AAC Block (bata ringan) :
1.AAC Block atau singkatan dari Autoclaved Aerated Concrete Block memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat dengan mudah menghasilkan pasangan bata yang rapi
2.Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat
3.Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur. Selain itu karena ringan, pengangkutannya dapat lebih mudah dilakukan
4.Karena ukurannya yang lebih besar dari bata biasa maka pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa
5.Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
Kekurangan AAC Block (bata ringan) :
1.Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran yang tanggung, akan memakan waste yang cukup besar
2.Perekat yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan produsennya. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
3.Diperlukan keahlian tambahan untuk tukang yang akan memasangnnya, karena dampaknya berakibat pada waste dan mutu pemasangan.
4.Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
Seperti halnya benda-benda lainnya, keduanya akan sangat bermanfaat jika penggunaannya sesuai dengan kondisi dan kemampuan aplikatornya. Semoga uraiann ini berguna bagi pengambilan keputusan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar